jump to navigation

Rapat bulanan BAPLUH -KP Kab. Ogan Ilir 6 November 2013

Posted by bapluh in Kegiatan Bapluh.
add a comment

IMG_20131106_095305_1

Minal Aidin Wal Faidzin 21 Agustus 2013

Posted by bapluh in Kegiatan Bapluh.
add a comment

Kartu-Lebaran-1431-H

 

Segenap Keluarga Besar Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Iliri mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Minal Aidin wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin semoga kita semua kembali fitrah dan semoga Allah mempertemukan kita lagi dengan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya Amin Yaa Robbal ‘alamiin.

PENDAMPINGAN PENYULUHAN KELOMPOK PENGAWAS MASYARAKAT 2013 15 Mei 2013

Posted by bapluh in Kegiatan Bapluh.
add a comment

SAM_1231

SAM_1233

SAM_1244

SAM_1249

SAM_1238

SAM_1262

SAM_1237

SAM_1259

SYUKURAN ULANG TAHUN KTNA OGAN ILIR DAN KEGIATAN PRA PEDA 28 Maret 2013

Posted by bapluh in Kegiatan Bapluh.
add a comment

 

Acara syukuran hari Ulang tahun KTNA Ogan Ilir ke 7 yang di adakan pada hari senin 25 maret 2013 bertempat di sekretariat KTNA Ogan Ilir sekaligus kegiatan pra Pekan Daerah sebagai persiapan dalam menghadapi Pekan Daerah pada bulan april di Kabupaten Lahat. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Ogan Ilir bapak Ir.H. Sobli M.Si yang dalam hal ini mewakili Bupati Ogan Ilir. turut hadir pula sesepuh dari KTNA Ogan Ilir, para Kepala Bidang di ruang lingkup Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir, Para Kepala BPP, Para Penyuluh Pertanian, Anggota KTNA se-Kabupaten Ogan Ilir.

 

??????????

??????????

??????????

DSCN3907-tile??????????

??????????

Hari Ulang Tahun Kabupaten Ogan Ilir ke-9 dan Pelantikan Sekretaris Daerah Ogan Ilir 10 Januari 2013

Posted by bapluh in Kegiatan Bapluh.
add a comment

DSCN3540 DSCN3541 DSCN3543 DSCN3544 DSCN3546 DSCN3547 DSCN3548 DSCN3549 DSCN3550 DSCN3551 DSCN3552 DSCN3553 DSCN3555 DSCN3556 DSCN3561 DSCN3563 DSCN3564 DSCN3577 DSCN3574 DSCN3572 DSCN3571 DSCN3568

 

BUDIDAYA BAYAM 8 November 2012

Posted by bapluh in Kegiatan Bapluh.
add a comment

I. Pendahuluan

Bayam (Amaranthus sp) adalah salah satu jenis sayuran daun dari famili Amaranthaceae yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, karena rasanya enak,lunak, dapat memberikan rasa dingin dalam perut dan dapat memperlancar pencernaan. Cara memasak bayam sangat mudah, cukup memasukkan daun-daun bayam ke dalam air yang sedang mendidih selama kira-kira 3-5 menit.

Bayam dapat direbus sebagai bahan pecal, gado-gado,bahkan dibuat keripik bayam, yaitu bayam dicelupkan kedalam adonan tepung encer kemudian digoreng kering. Bayam banyak mengandung Vitamin dan garam-garam mineral penting yang diperlukan tubuh seperti ; kalori 36 kal, Protein 3,5 gr, Lemak 0,5 gr, Karbohidrat 6,5 gr, Kalsium 267 mg. Fosfor 67 mg, Besi 3,9 mg, Vitamin A 6.090 SI, Vitamin B1 0,08 mg, Vitamin C 80 mg, Air 86,9 gr dan bagian yang dapat dimakan 71 %.

II. Varietas / Kultivar

Varietas / kultivar bayam yang biasa diusahakan oleh para petani seperti :

a. Bayam cabut (Amaranthus tricolor)
Batangnya ada yang berwarna kemerah-merahan (bayam merah) dan ada yang berwarna keputih-putihan.

Varietas yang banyak dibudidayakan baru 2 varietas yaitu Giti Hijau dan Giti Merah (bayam cabut).

b. Bayam tahun/sikap/kakap (Amaranthus hybridus).

Varietas/kultivar ini biasanya mempunyai daun lebar, yang dipanen daun dan berikut cabangnya.

III. Tanah dan Iklim

Bayam biasannya tumbuh sepanjang tahun baik didtaran rendah maupun dataran tinggi, suhu udara yang dikehendaki + 20 C – 32 C, derajat keasaman tanah (pH) 6-7. Tanaman ini memerlukan cukup banyak air, sehingga paling tepat ditanam pada awal musim penghujan dan dapat ditanam pada awal musim kemarau yaitu pada tanah yang gembur dan cukup subur. Namun dapat juga tumbuh ditanah dengan tekstur liat, liat berpasir dan sebagainya dengan syarat harus diberi pupuk kandang yang cukup banyak.

IV. Pembibitan dan Penanaman

1. Pembibitan
Bayam diperbanyak dengan biji, tanpa persemaian. Kebutuhan benih bayam untuk 10 M2 bedengan = 10 gram yang berisi kira-kira 10.000 butir biji dengan takaran + 3 sendok the atau 1 kotak korek api. Benih dapat diperoleh dengan jalan memilih sejumlah tanaman yang pertumbuhannya sehat, kuat, tidak terserang hama dan penyakit. Benih yang telah dipanen dijemur sampai kering kemudian dirontokkan,

Dibersihkan dan disimpan dalam kaleng lalu dibungkus kantong plastik kedap udara.

2. Pengolahan tanah
Penggemburan tanah untuk bayam cabut dilakukan dengan mencangkul sedalam 20 cm sedang untuk bayam tahunan dicangkul lebih dalam lagi + 30 cm. Setelah tanah diratakan kamudian diberi pupuk kandang sebanyak + 10 ton/Ha atau 1 kg/m2.
Bedengan dibuat 1 x 5 meter baik untuk bayam cabut maupun bayam tahun, diantara bedengan dibuat parit selebar + 30 cm untuk memudahkan penyiraman dan sekaligus berfungsi sebagai saluran drainase.

3. Pemupukan
Pupuk kandang diberikan 1 minggu sebelum tanam, pupuk buatan perlu juga diberikan sebagai pupuk dasar. Jenisnya Urea, TSP/SP 36 dan KCI. Pemberian pupuk disebarkan dalam garitan + 5 cm di sebelah kanan dan kiri barisan. Pemupukan diberikan sesuai dengan anjuran seperti dibawah ini :

HST : Hari Setelah Tanam

4. Penanaman
Sebelum benih disebar pada bedengan yang basah biji bayam harus

Dicampur dengan abu dapur yang kering dengan takaran 1 : 1. Benih disebarkan atau dideretkan dalam garitan, diatas suatu bedengan yang telah diberi cukup pupuk kandang. Jarak antar garitan 15-20 cm. Setelah benih dtebar ditutup dengan tanah tipis merata kemudian dilakukan penyiraman secara hati-hati. Benih mulai berkecambah pada hari ke 5.

V. Pemeliharaan

1. Penyiangan

Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur + 2 minggu, rumput tanaman penggangu dicabut dan dibuang, lalu tanah disekitar batang tanaman digemburkan. Penyiangan berikutnya dilakukan setiap 2 minggu.

2. Penyiraman

Penyiraman dilakukan dengan hati-hati dengan menggunkan gembor berlubang halus. Tanah dijaga agar tetap lembab tetapi tidak becek. Hal ini dilakukan terus-menerus hingga tanaman siap panen.

3. Penjarangan

Penjarangan untuk bayam cabut dilakukan pada saat tanaman berumur 20, 25 dan 30 hari dengan mencabut tanaman yang sudah besar dan terlalu rapat. Penjarangan ini sekaligus merupakan pemanenan bayam tersebut. Proses penjarangan + 5 hari sekali, dilakukan dengan hati-hati

Agar tidak merusak tanaman yang tinggal.

4. Pengendalian organisme penggangu tanaman

Gangguan hama penyakit tidak banyak dijumpai, kecuali adanya kerusakan daun yang ditimbulkan oleh ulat daun. Gangguan serangan hama diatur dengan insektisida yang ada dipasaran dengan dosis sesuai aturan yang diberikan apabila dianggap sangat perlu. Hindarkan pemberian obat-obatan secara berlebihan. Pemberian obat-obatan ini dihentikan minimal 1 minggu menjelang pemanenan. Gangguan lain seperti rumput-rumput terutama rumput teki, lempuyangan dan gulma diberantas dengan dicabut.

5. Panen

Proses penjarangan pada bayam cabut sekaligus merupakan pelaksanaan pemanenan hasil. Pemanenan dapat dilakukan berturut-turut pada umur 20,25 dan 30 hari dengan menyisakan beberapa tanaman yang tumbuhnya subur untuk menghasilkan benih.
Untuk bayam petik (bayam tahun) pemungutan hasil dilakukan dengan jalan memetik pucuk-pucuk daun. Pemungutan hasil hasil dilakukan pada umur 3 minggu setelah tanam. Hasil yang diperoleh dengan cara cabutan sebanyak + 7kg/m2 atau 35 kg per bedengan (5 m2), sedangkan untuk yang dipanen daunnya (bayam tahun) hasil yang diperoleh diperkirakan 15 kg/ 5 m2.

BUDIDAYA KANGKUNG DARAT 8 November 2012

Posted by bapluh in materi budidaya.
add a comment

 

 

Teknologi Budidaya

1. Benih

Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benih sekitar 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang telah beradaptasi.

2. Persiapan Lahan

Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur, setelah itu dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya adalah 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit.

3. Pemupukan

Bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam diberikan pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik 150 kg/ha Urea (15 gr/m2) pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam.

4. Penanaman

Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 – 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan (baris).

5. Pemeliharaan

Yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, bila tidak turun hujan harus dilakukan

penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen

Panen dilakukan setelah berumur + 30 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah.

8. Pasca Panen

Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin.

MANFAAT OBAT TANAMAN RAMBUTAN 1 Oktober 2012

Posted by bapluh in news update.
add a comment

Berkah buat negeri ini adalah tanaman dan tanaman apapun ada disini dan semua buah unik didunia ada disini, boleh dibilang Indonesia adalah tanah syurga. Ketika memasuki musim buah buahan penduduk negeri ini selalu bisa menikmati hasil kekayaan alam berupa buah buahan, mulai dari rambutan, duku, durian, mangga, manggis, ketela ungu, cempedak, sirsak, pisang kepok, pisang ambon, matoa, kopi, nangka, sirsak dan banyak lagi yang kesemua tanaman buah itu bisa dinikmati secara langsung maupun harus dioleh dulu.

Rambutan yang banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm. Rambutan merupakan tanaman dataran rendah, hingga ketinggian 300–600 m dpl. Pohon dengan tinggi 15-25 m ini mempunyai banyak cabang. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2–4 pasang.

Anak daun bulat lonjong, panjang 7,5–20 cm, lebar 3,5–8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering. Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4–5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku.

Kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak

mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari. Ada banyak jenis rambutan, seperti ropiah, simacan, sinyonya, lebakbulus, dan binjei. Perbanyakan dengan biji, tempelan tunas, atau dicangkok.

Nama dan sebutan lokal rambutan :

Di daerah Sumatera: rambutan, rambot, rambut, rambuteun, rambuta, jailan, folui, bairabit, puru biancak, p. biawak, hahujam, kakapas, likis, takujung alu.

Di Jawa: rambutan, corogol, tundun, bunglon, buwa buluwan.

Nusa Tenggara: buluan, rambuta. Kalimantan: rambutan, siban, banamon, beriti, sanggalaong, sagalong, beliti, malit;, kayokan, bengayau, puson.

Sulawesi: rambutan, rambuta, rambusa, barangkasa, bolangat, balatu, balatung, walatu, wayatu, wilatu, wulangas, lelamu, lelamun, toleang.

Maluku: rambutan, rambuta.Nama asing Shao tzu (C), rambutan (Tag), ramboutan (P), ramustan (Spanyol).

NAMA SIMPLISIA Nephelii lappacei Semen (biji rambutan). Nephelii lappacei Pericarpium (kulit buah rambutan).

Manfaat rambutan adalah :

Kulit buah berkhasiat sebagai penurun panas.

Biji berkhasiat menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).Bagian tanaman yang digunakan :

Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya.

Kulit buah digunakan untuk mengatasi: disentri, demam.

Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: sariawan.

Daun digunakan untuk mengatasi: diare, menghitamkan rambut.

Akar digunakan untuk mengatasi: demam.

Biji digunakan untuk mengatasi: kencing manis (diabetes melitus).Cara pengolahannya :

Untuk obat yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi.

Untuk pemakaian luar, giling daun sampai halus, lalu tambahkan sedikit air.

Gunakan air perasannya untuk menghitamkan rambut yang beruban.Cara memanfaat rambutan sebagai obat :

Disentri

Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah ,dingin, saring dan minum sehari dua kali, masingmasing tiga perempat gelas.

Demam

Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 g). Tambahkan tiga gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing sepertiga bagian.

Menghitamkan rambut beruban

Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air sambil diaduk merata sampai menjadi adonan seperti bubur. Peras dan saring dengan sepotong kain. Gunakan air yang terkumpul untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.

Kencing manis

Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1–2 kali sehari.

Sariawan

Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat .

Komposisi :

Buah mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin C. Kulit buah mengandung tanin dan saponin. Biji mengandung lemak dan polifenol. Daun mengandung tanin dan saponin. Kulit batang mengandung tanin, saponin, flavonoida, pectic substances, dan zat besi.

11 JENIS TANAMAN PENGUSIR NYAMUK 1 Oktober 2012

Posted by bapluh in news update.
add a comment

1. Bunga Geranium/tapak dara

Jenis tanaman ini mengandung zat yang mudah terbang memenuhi udara sekitarnya. Geranium sangat mudah ditanam bisa di pot atau langsung ditanah, kalau di pot bisa kita pindahkan ke dalam ruangan.

2. Bunga Lavender

Tanaman ini asli dari Pegunungan Alpen di Negara Swiss berwarna ungu, bergerombol di ujung tangkai. Tanaman ini biasanya menghiasi padang rumput di kaki pegunungan Alpen indah sekali. Tapi nyamuk sangat tidak suka, sebab aroma bunga ini membuat nyamuk pusing. Kenapa? Karena bunga lavender mengandung zat linalool dan lynalyl acetate. Kedua zat ini bisa diperoleh dari proses penyulingan hingga bisa dibuat menjadi anti nyamuk. kita tidak pelu menyulingnya cukup menanamnya di pot atau tanah di dekat jendela kamar kita.

3. Bunga Rosemary

Aroma bunga ini seperti minyak telon, harum bukan? Tapi nyamuk tidak suka, nyamuk bisa stres dan ogah mendekat. Tamanan ini akan tumbuh baik dibawah sinar matahari dan membutuhkan air yang cukup. Bunga Rosemery cocok ditanam di pot atau tanah di dekat jendela bahkan dekat pintu.

4. Selasih, tlasih, basil, atau basilikum (Ocimum)

adalah segolongan terna yang dimanfaatkan daun, bunga, dan bijinya sebagai rempah-rempah serta penyegar (tonikum). Berbagai bagian tumbuhan ini berbau dan berasa khas, kadang-kadang langu, harum, atau manis, tergantung kultivarnya. Beberapa di antaranya bahkan dapat membuat mabuk.tumbuhan ini juga berguna untuk mengusir nyamuk. Beberapa jenis selasih, misalnya kemangi, berasal dari Asia Tenggara, namun sebagian besar dianggap berasal dari anak benua India.

5. Citrosa mosquito

Tumbuhan ini adalah musuh nyamuk….dan sangat menyukai sinar matahari. Merawatnya cukup mudah dan tidak memerlukan perlakuan khusus, hanya dengan air dan pupuk. Ketika disentuh, tumbuhan ini mengeluarkan bau lemon yang sangat kuat yang akan mengusir serangga. Tumbuhan ini berasal dari Belanda.

6. Mintrosa of Lady Diana

Hampir sama dengan tumbuhan cintrosa, tumbuhan ini juga sangat dibenci nyamuk. Perawatannya sangat mudah dan biasanya dijadikan tanaman penghias rumah. Tumbuhan ini juga mengeluarkan aroma atau bau yang sangat kuat sehingga dibenci oleh nyamuk. Tumbuhan ini berasal dari Belanda. Sama seperti citrosa, sulit menemukan bunga import ini.

7. Marigold

Marigold berasal dari Mexico dan Guatemala. Terdapat dua jenis marigold yaitu Tagetes erecta (African Mari¬gold) dan Tagetes patula (Dwarf French Marigold), biasanya bunga ini digunakan untuk ditanam di jalan taman . Kedua-duanya dikenali dengan nama Indonesia sebagai bunga tai ayam.

8. Kecombrang

Kecombrang, kantan, atau honje (Etlingera eliator; sinonim Nicolaia elatior, Phaeomeria speciosa) adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Bunga ini juga dapat mengusir nyamuk. Nama lainnya adalah kincung (Medan) serta siantan (Malaya). Orang Thai menyebutnya kaalaa.

9. Zodia

Orang Papua terbiasa menggosok kulitnya dengan dedaunan tertentu sebelum masuk ke hutan. Maksudnya agar terlindungi dari serangan serangga, khususnya nyamuk. Daun-daun tersebut berasal dari tanaman yang disebut zodia (Evodia suaveolens). Kita ketahui, zodia ini tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua.

10. Serai Wangi

Serai telah dikenal sebagai salah satu bahan yang sering digunakan sebagai bumbu masak, tetapi ada manfaat lain yang tidak kalah penting yaitu sebagai tanaman pengusir nyamuk. Tanaman yang termasuk bangsa rumput-rumputan ini tidak disukai nyamuk karena adanya zat geraniol dan sitronelal. Ekstrak serai juga telah dimanfaatkan dalam pembuatan lotion pengusir nyamuk dengan aromanya yang khas. tanaman ini tumbuh di pekarangan rumah termasuk jenis ilalang.

11. Akar Wangi

Tumbuhan akar wangi dapat mengendalikan populasi nyamuk deman berdarah. Nyamuk demam berdarah, konon sangat takut menghadapi tumbuhan akar wangi. Bau nyengat yang keluar dari tumbuhan ini cukup mematikan bagi nyamuk jenis itu.

PERTEMUAN TEKNIS BAPLUH-KP OGAN ILIR 2012 27 September 2012

Posted by bapluh in Kegiatan Bapluh.
add a comment

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.