jump to navigation

Profil BAPLUH-KP Ogan Ilir 8 Juni 2011

Posted by bapluh in Profil.
trackback

 

PENDAHULUAN

 

1.1   Latar Belakang

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan ( UU SP3K) maka Pemerintah Pusat membentuk suatu Lembaga Penyuluhan yaitu Badan Pelaksana Penyuluhan (BAPELUH).  Sejalan dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, maka Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menata ulang  sistem kelembagaannya, dan  dengan disahkannya Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2008 maka pada tanggal 17 Januari terbentuklah lembaga baru yaitu Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BAPELUH-KP).

Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan secara operasional, organisasinya  baru berjalan efektif pada bulan April 2008 sehingga didalam penataan kelembagaannya diperlukan waktu, tenaga,  dana dan sistem perencanaan, program /kegiatan pembangunan yang terpadu, terarah, strategis dan sistematik sebagaimana penjabaran dari VISI dan MISI. Dengan demikian arah dan tujuan yang ingin dicapai sejalan dengan  kebijakan serta komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir sesuai dengan konteks VISI – MISI  BAPELUH-KP Kabupaten Ogan Ilir.

Optimalisasi kebijakan yang ada dan akan dilaksanakan pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir adalah revitalisasi peran serta semua aspek yang berhubungan dengan sistem program penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan sebagaimana yang dijelaskan di dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2006, Peraturan-Peraturan yang menjadi dasar kebijakan pemerintah, secara sah dan nyata implementasinya dijabarkan secara utuh sesuai dengan situasi kondisional yang ada, dengan demikian keberadaan dan eksistensi lembaga penyuluhan dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi dan   kontribusi   yang  besar  terhadap   kehidupan  masyarakat   guna   menunjang program pemerintah dalam proses pembangunan terpadu dan berkelanjutan sehingga diharapkan  tingkat kehidupan masyarakat dapat lebih baik, sejahtera  khususnya masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir.

Sistem Penyuluhan yang baru, mengindikasikan adanya komitmen yang kuat dari pemerintah untuk meningkatkan kinerja aparatur ( penyuluh ) secara optimal dengan menerapkan pola keterpaduan dalam sistem kelembagaan yang satu sebagai wadah institusi penyuluhan yang mandiri, solid, koordinatif dan integritas tinggi guna menunjang berbagai akses kebijakan pemerintah yang terencana dan sistematis sehingga dapat memberikan hasil yang nyata terhadap capaian kinerja  berdasarkan indikator yang ditetapkan, hal ini dapat dilihat dari  tingkat keberhasilan pelaksanaan program yang ditandai dengan adanya perubahan/pergeseran tatanan kehidupan masyarakat kearah yang lebih baik  khususnya dari segi ( ekonomi-sosial ) dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat  dalam  proses pembangunan masyarakat yang seutuhnya.

1.2  .  Landasan Hukum

Landasan hukum tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku dan telah ditetapkan yaitu :

  1. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten OKU

Timur, OKU Selatan dan Ogan Ilir di Provinsin Sumatera Selatan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4347 ).

2.Undang – Undang   Nomor  32  Tahun   2004   tentang   Pemerintahan   Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara 4844)

3.  Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006  tentang  Sistem Penyuluhan Pertanian,

Perikanan, dan Kehutanan (UU SP3K).

4. Peraturan   Daerah   Kabupaten   Ogan   Ilir   No. 04 tahun 2008  tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan   Kabupaten Ogan Ilir tanggal 17 Januari 2008.

STRUKTUR ORGANISASI BADAN PELAKSANA PENYULUHAN

DAN KETAHANAN PANGAN KAB.OGAN ILIR

 

2.1      Struktur Organisasi

Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan dibentuk pada tanggal 17 Januari 2008 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Ogan Ilir.  Adapun susunan struktur organisasi terdiri dari :

  1. Kepala Badan
  2. Sekretaris Badan, terdiri dari ;

b.1. Subbag Keuangan

b.2. Subbag Kepegawaian

b.3. Subbag Umum

c.   Bidang Program, terdiri dari ;

c.1. Subbid Perencanaan dan Program

c.2. Subbid Evaluasi dan Pelaporan

d.   Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan ;

d.1. Subbid Pengembangan Kelembagaan Penyuluhan

d.2. Subbid Metodologi Pelatihan dan Penyuluhan

e.   Bidang Sarana dan Prasarana, Informasi dan Komunikasi, terdiri dari ;

e.1. Subbid Sarana Prasarana

e.2. Subbid Informasi dan Komunikasi

f.   Bidang Ketahanan Pangan, terdiri dari ;

f.1. Subbid Ketersediaan dan Distribusi Pangan

f.2. Subbid Kewaspadaan dan Konsumsi Pangan

g.   Kelompok Jabatan Fungsional (KJF)

h.   Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian ( UPT BPP ) Kecamatan.

2.2.            Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan

2.2.1        Susunan Kepegawaian

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS)  Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan  Ilir  pada tahun 2009  sebanyak   66 orang yang terdiri dari tenaga struktural Kabupaten 15 orang, tenaga fungsional 51 orang ( KJF Kabupaten + Penyuluh PNS BPP  / Kecamatan), tenaga TKS Kabupaten 17 orang, Penyuluh THL-TBPP 69 orang dan penyuluh TKS BPP Kecamatan 120 orang.  Adapun keragaan tingkat pendidikan, jenis tenaga struktural dan fungsional pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir dapat dilihat pada tabel  berikut ini.

Tabel 1. Keragaan Jumlah Tenaga Struktural dan Fungsional Menurut   Kabupaten dan BPP Kecamatan, Tahun 2009.

No

Unit Kerja

PNS KJF Penyuluh PNS Penyuluh THL-TBPP Penyuluh TKS TKS
* Bapeluh-KP

15

6

-

-

-

17

1 BPP Indralaya

6

4

7

2

2 BPP Indralaya Utara

3

5

7

2

3 BPP Indralaya Selatan

2

4

7

2

4 BPP Pemulutan

2

4

15

2

5 BPP Pemulutan Barat

1

5

5

2

6 BPPPemulutan Selatan

2

4

10

2

7 BPP Muara Kuang

2

4

8

2

8 BPP Rambang Kuang

2

4

6

2

9 BPP Lubuk Keliat

2

4

7

2

10 BPP Tanjung Batu

2

4

8

2

11 BPP Payaraman

2

4

10

2

12 BPP Tanjung Raja

2

4

9

2

13 BPP Sungai Pinang

2

5

5

2

14 BPP Rantau Panjang

3

4

5

2

15 BPP Rantau Alai

3

5

5

2

16 BPP Kandis

3

5

6

2

Jumlah

15

6

45

69

120

49

 

Tugas pokok dan fungsi Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 39 Tahun 2008 tanggal 17 September 2008, maka kedudukan, tugas pokok dan fungsi adalah sebagai berikut :

2.3.1    Kedudukan

a. bahwa Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan merupakan unsur penunjang teknis Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir di Bidang Pelaksanaan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan.

b. bahwa Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

2.3.2   Tugas Pokok

Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten di bidang Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan.

2.3.3   Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan mempunyai fungsi :

  1. Perumusan kebijakan teknis dalam lingkup pelaksanaan penyuluhan dan ketahanan pangan.
  2. Pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan mekanisme tata kerja dan metode pelaksana penyuluhan dan ketahanan pangan.
  3. Pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan, pengawasan dan penyebaran informasi pelaksana penyuluhan dan ketahanan pangan bagi pelaku utama dan pelaku usaha.
  4. Pelaksanaan pembinaan pengembangan kerja sama kemitraan, pengelolaan kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana serta pembiayaan pelaksana penyuluhan dan ketahanan pangan, penumbuh kembangan dan memfasilitasi kelembagaan dan forum kegiatan bagi pelaku utama dan pelaku usaha.
  5. Pelaksanaan peningkatan kapasitas PNS, Swadaya dan Swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan.
  6. Pengembangan kelembagaan pendukung pelaksana penyuluhan dan ketahanan pangan
  7. Pengkoordinasian terhadap pelayanan dan pembinaan teknis ketersediaan distribusi dan keamanan pangan, kewaspadaan pangan dan gizi, serta pengendalian kerawanan pangan daerah.

2.3.4   Kewenangan Wajib dan Standar Pelayanan Minimal

2.3.4.1 Kewenangan Wajib

  1. Penyelenggaraan kegiatan pelaksanaan penyuluhan dan ketahanan pangan.
  2. Pengkoordinasian rencana program kegiatan dengan instansi terkait baik teknis maupun non teknis.
  3. Inventarisasi potensi sumber daya yang ada.
  4. Konsolidasi kedalam antar aparatur penyuluh lapangan dari berbagai bidang keahlian.
  5. Penyusunan perencanaan program jangka pendek dan menengah.
  6. Penyusunan data basis Badan Pelaksana Penyuluhan dan    Ketahanan Pangan.

g.   Penyebaran informasi IPTEK dan metodologi penyuluhan.

2.3.4.2  Standar Pelayanan Minimal

Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir yaitu :

a. Fasilitasi penyuluhan dibidang pertanian, perikanan, dan kehutanan dengan kualifikasi keahlian SDM dibidangnya sesuai dengan Undang-Undang No.16 tentang SP3K.

b.   Pelayanan informasi dibidang IPTEK kepada pelaku utama dan pelaku usaha.

c.   Pendidikan dan pelatihan non formal terhadap kelembagaan masyarakat petani.

d.   Pendampingan dan advokasi bagi pelaku utama dan pelaku usaha dibidang agribisnis.institusi masyarakat penyelenggaraan kegiatan pelaksanaan penyuluhan dan ketahanan pangan.

e.   Pemanfaatan Sarana dan Prasarana BPP sebagai wadah informasi dan aspirasi bagi kegiatan penyuluhan.

1.   Standar Pelayanan Minimal terhadap fasilitasi penyuluhan dibidang pertanian, perikanan dan kehutanan adalah :

- Optimalisasi SDM yang ada dan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) serta Penyuluh Lapangan sebagai fasilitator bagi kepentingan masyarakat.

- Optimalisasi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai pusat layanan masyarakat .

- Pengkoordinasian kegiatan terhadap instansi terkait untuk kelancaran   birokrasi bagi kepentingan masyarakat.

2. Standar Pelayanan Minimal terhadap pelayanan informasi IPTEK kepada masyarakat petani meliputi :

- Pelayanan penyebaran informasi IPTEK melalui media massa secara periodik.

-  Pembuatan media cetak ( Buku, Majalah, Poster, Brosur, leaf flet)

-  Penyediaan akses layanan informasi, dokumentasi, referensi informasi pertanian.

3.  Standar Pelayanan Minimal terhadap pendidikan dan pelatihan non formal bagi kelembagaan masyarakat petani melaui cara :

-  mengadakan diklat pendidikan dan pelatihan dengan sistim  LAKU dan SL terhadap Kontak Tani, Poktan dan Gapoktan.

-  mengadakan kegiatan studi banding, magang bagi institusi yang berkompeten.

4.  Standar Pelayanan Minimal bagi pelaku utama dan pelaku  usaha yang bergerak di bidang usaha Agribisnis yaitu :

- Pendampingan dan penguatan modal bagi kelembagaan petani yang membutuhkan.

-  Bantuan pendampingan  dibidang agribisnis.

-  Penyediaan konsultan dibidang usahatani.

-  Bantuan tenaga ahli, pendidikan  kewirausahaan.

- serta bantuan advokasi kepada masyarakat petani yang bergerak dalam bidang agribisnis.

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

 

3.1.        Kondisi Umum Daerah

3.1.1.      Kondisi Geografis

  1. Keadaan Geografis dan Batas Wilayah

Kabupaten Ogan Ilir terletak diantara 2◦55′ sampai 3◦15′ LS dan diantara 104◦20′ sampai 104◦48′ BT.

Kabupaten Ogan Ilir mempunyai batas wilayah administratif sebagai berikut

* Sebelah Utara     :  berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin, Kota

Palembang dan Kabupaten Muara Enim

* Sebelah Selatan  :  berbatasan dengan Kabupaten OKU dan OKU Timur

* Sebelah Timur    :  berbatasan dengan Kabupaten OKI dan OKU Timur

* Sebelah Barat     :  berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim dan Kota

Prabumulih.

Pusat Pemerintahan Kabupaten Ogan Ilir secara administrasi berada di kota Indralaya Kecamatan Indralaya dan ditopang oleh wilayah kecamatan Indralaya Utara dan Indralaya Selatan.

Wilayah Kabupaten Ogan Ilir dengan luas 2.666,07 km² atau 266.607 hektar dengan jumlah kecamatan 16 kecamatan dan jumlah desa 227 desa, sedangkan kelurahan berjumlah 14 kelurahan.  Kecamatan yang paling luas wilayahnya adalah Kecamatan Rambang Kuang ( 528,82 km2) , sedangkan Kecamatan yang paling kecil wilayahnya  yaitu Kecamatan Rantau Panjang (40,85 km2).

 

  1. Keadaan Iklim, Topografi dan Tata Air

Kabupaten Ogan Ilir mempunyai wilayah yang beriklim Tropis Basah (Type B ) dengan musim kemarau berkisar bulan Mei sampai dengan bulan Oktober, sedangkan musim hujan berkisar antara bulan November sampai dengan April.  Curah hujan rata-rata pertahun adalah 1.096 mm dan rata-rata hari hujan 66 hari per tahun.  Suhu udara harian berkisar antara 23ºC sampai 32º C, dengan kelembaban udara relatif harian berkisar antara 69 % sampai 98 %.

Daerah bagian utara merupakan wilayah dengan hamparan dataran rendah berawa yang sangat luas mulai dari Kecamatan Pemulutan Induk dan Pemulutan pemekaran sampai Kecamatan Indralaya Induk, Indralaya Utara  dan  sebagian Indralaya Selatan.  Kecamatan yang wilayahnya relatif tinggi

adalah kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, Rambang Kuang, dan Muara Kuang dengan topografi ketinggian diatas 10 meter dpl.  Wilayah daratan mencapai 65 % dan Rawa-rawa sekitar 35 % .  Rawa lebak tersebar dibeberapa kecamatan kecuali Kecamatan Tanjung Batu dan Kecamatan Rambang Kuang tidak begitu luas.

Daerah perairan berupa sungai di Kabupaten Ogan Ilir dialiri oleh sungai besar yaitu Sungai Ogan yang melintas di Kecamatan Muara Kuang, Rantau Alai, Tanjung Raja, Indralaya, Pemulutan Selatan, Pemulutan Barat dan Pemulutan, Sungai Musi.  Sedangkan sungai kecil yang ada diantaranya Sungai Kelekar, Sungai Rambang, Sungai Keramasan, Sungai Kuang dan Sungai Randu.  Danau yang ada merupakan danau kecil yang disebut lebung yang ada di Kecamatan Indralaya.

  1. Luas Penggunaan Lahan

Areal penggunaan lahan di Kabupaten Ogan Ilir sampai tahun 2007 terdiri dari lahan yang sudah diusahakan mencapai 219.406 hektar atau 82,30 persen.  Sedangkan yang belum diusahakan 38.978 hektar atau 14,62 persen.  Untuk tanah lainnya 8.223 hektar atau 3,08 persen meliputi ( danau, rawa, polder, sungai dan jalan).

3.2.        Kondisi Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana yang ada pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahahan Pangan pada tahun 2008 berupa penempatan gedung baru yang cukup representatif di Kabupaten, sedangkan  di tingkat kecamatan  fasilitas bangunan kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang baru 16 unit dan gudang sebanyak 10 unit beserta sarana peralatan dan perlengkapan kantor lainnya, juga kendaraan operasional roda 2 (dua) sebanyak 50 unit baik yang ada di BPP kecamatan maupun di kantor kabupaten.  Untuk sarana komunikasi, edukasi dan informasi kegiatan penyuluhan  baru akan dianggarkan pada tahun 2009.

3.3.        Kondisi Kelembagaan Petani

Kelembagaan Petani ( Poktan/Gapoktan ) yang ada di Kabupaten Ogan Ilir sampai tahun 2008 meliputi Kelompok Tani sebanyak 1180 Kelompok dan Gabungan Kelompok Tani berjumlah 195 Kelompok. Adapun rincian data kelompok per kecamatan dapat dilihat pada tabel  berikiut

Tabel 6. Jumlah Poktan dan Gapoktan di Kabupaten Ogan Ilir, Tahun 2008

NO

KECAMATAN

POKTAN

GAPOKTAN

DESA BINAAN BPP

1 Indralaya

116

18

20

2 Indralaya Utara

78

13

16

3 Indralaya Selatan

36

9

14

4 Pemulutan

145

25

25

5 Pemulutan Barat

77

11

11

6 Pemulutan Selatan

134

15

15

7 Muara Kuang

62

10

14

8 Rambang Kuang

64

12

13

9 Lubuk Keliat

69

9

10

10 Tanjung batu

35

7

22

11 Payaraman

53

13

13

12 Tanjung Raja

86

15

19

13 Sungai Pinang

32

5

12

14 Rantau Panjang

82

12

12

15 Rantau Alai

88

13

13

16 Kandis

23

8

12

Jumlah

1.180

195

241

3.4.    Kondisi yang Diinginkan.

Ditinjau dari kondisi geografis, Sarana Prasarana dan Kelembagaan Petani serta Sumber Daya Manusia ( Aparatur Penyuluh ) diharapkan selama 2 (dua) tahun kedepan diinginkan  adanya kondisi:

  1. Pelayanan informasi secara cepat, tepat melalui berbagai media informasi serta mudah diakses oleh pelaku utama maupun pelaku usaha.
  2. Pemanfaatan sumber daya yang ada semaksimal mungkin baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya yang potensial.
  3. Penguasaan Ilmu dan Teknologi untuk menghadapi tantangan era globalisasi di bidang pertanian dalam arti luas.
  4. Percepatan pembangunan pada subsektor pertanian/perkebunan, perikanan/peternakan dan kehutanan dengan pemanfaatan  metode IPTEK modern.
  5. Pemberdayaan kelembagaan petani secara aktif dan terpadu.
  6. Meningkatnya produktivitas pertanian, swasembada pangan dan ketahanan pangan masyarakat
  7. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan formal bagi tenaga fungsional penyuluh secara intensif dan berjenjang.
  8. Peningkatan ekonomi masyarakat secara  signifikan.
  9.  Peningkatan taraf hidup yang lebih maju dan mandiri.

 

VISI, MISI TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

 

4.1.      Visi dan Misi BAPELUH-KP Kabupaten Ogan Ilir.

Rencana Strategi yang disusun pada Badan Pelaksana Penyuluhan  dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir didasari pada Rentsra Kabupaten Ogan Ilir yaitu RPJM Tahun 2005-2010.  Adapun Visi tersebut adalah :

“ Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir yang Maju dan Mandiri menuju Sejahtera Berlandaskan Iman, Taqwa, Moral dan Etika”.

         Selanjutnya Visi dan Misi yang ditetapkan pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan dari Tahun 2008 – 2010 adalah ;

-          V i s i : “ Terwujudnya Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan yang   Tangguh, Maju dan Mandiri menuju masyarakat Sejahtera”.

-          M i s i :

1.  Memfasilitasi  Penyuluhan  Pertanian  yang  Tangguh  dan Ketahanan Pangan yang Mandiri.

2. Menyediakan  Sarana  Prasarana  Penyuluhan  Pertanian yang Cukup  Memadai,  serta  Diversifikasi

      Produksi dan Konsumsi Pangan.

3.  Melaksanakan  Pengelolaan  Sektor   Pertanian  yang Terarah, Terpadu dan Berkesinambungan.

4.  Meningkatkan Ketersediaan  Pangan, Distribusi  dan  Konsumsi Pangan yang Cukup,Berkualitas,

      Aman  dan Mudah Diakses  serta  Harga  Terjangkau.

5. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Bidang  Penyuluhan  dan   

     Pemenuhan  PanganGizi.

4.2.      Tujuan dan Sasaran

Tujuan dan Sasaran  Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir, Tahun 2010-2015 merupakan perwujudan dari Visi dan Misi sebagai berikut :

Misi 1 : Memfasilitasi Penyuluhan Pertanian yang tangguh dan Ketahanan Pangan yang mandiri.

Tujuan dari Misi 1, yaitu :

1.1. Menunjang dan meningkatkan fasilitasi program Pelaksanaan revitalisasi penyuluhan pertanian dan

Ketahanan  Pangan yang Tangguh , mandiri.

1.2. Meningkatkan Motivasi dan peran serta penyuluh  Pertanian dalam rangka peningkatan produktivitas

Pertanian dan menunjang program ketahanan Pangan secara terintegrasi.

Misi 2 : Menyediakan Sarana-Prasarana Penyuluhan Pertanian yang cukup Memadai serta Diversifikasi Produksi

dan Konsumsi Pangan.

Tujuan dari Misi 2, yaitu :

2.1. Meningkatkan produktivitas , diversifikasi pola dan konsumsi pangan secara lebih optimal.

2.2. Memperlancar akses sistem layanan dalam pelaksanaan penyuluhan dan pertanian secara umum.

Misi 3 : Melaksanakan Pengelolaan Sektor Pertanian yang Terarah, Terpadu dan Berkesinambungan.

Tujuan dari Misi 3, yaitu :

3.1. Meningkatkan Pengelolaan S ub-Sektor Pertanian Secara menyeluruh baik hulu maupun hilir secara Spesifik.

Misi 4 : Meningkatkan Ketersediaan Pangan, Distribusi dan Konsumsi Pangan yang cukup, berkualitas, aman dan mudah diakses serta harga   terjangkau.

Tujuan dari Misi 4, yaitu :

4.1. Pemenuhan kebutuhan akan ketersediaan pangan, distribusi dan konsumsi pangan secara menyeluruh

dengan tingkat kemampuan dayabeli yang terjangkau.

Misi 5 : Meningkatkan Kualitas Sumber daya Manusia dalam Bidang Penyuluhan , serta pemenuhan Pangan dan Gizi.

Tujuan dari Misi 5, yaitu :

5.1. Pemenuhan kebutuhan SDM/Aparatur pada Institusi Penyuluh Pertanian secara Profesional, Handal

dan bertanggung jawab.

5.2.    Meningkatkan peran serta Kinerja Aparatur Penyuluh Pertanian disemua tingkatan.

Sedangkan Sasaran dari Misi 1,2,3,4 dan 5 dapat dijelaskan pada berikut ini :

Sasaran dari Misi 1, yaitu :

1.1.1   Terlaksananya fasilitasi program revitalisasi Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan  Pangan

yang tangguh dan mandiri.

1.2.1        Institusi/lembaga Penyuluhan Pertanian yang kompeten dan profesionalisme.

Sasaran dari Misi 2, yaitu :

2.1.1    Pemanfaatan Sumber pangan alternatif yang dapat dikembangkan.

2.2.1    Meningkatkan Sarana-Prasarana, infra struktur di tempat layanan penyuluhan  dan

pusat/sentra produksi pertanian

Sasaran dari Misi 3, yaitu :

3.1.1    Pengelolaan sub sektor pertanian,Perikanan dan Kehutanan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Sasaran dari Misi 4, yaitu :

4.1.1    Tercukupinya kebutuhan pangan dan Tingkat daya beli masyarakat yang terjangkau.

Sasaran dari Misi 5, yaitu :

5.1.1    Terpenuhinya Tenaga Penyuluh Pertanian (PNS) dan Non PNS dengan tingkat pendidikan sesuai kebutuhan.

5.1.2    Terselenggaranya pembinaan revitalisasi penyuluhan yang berkualitas dan bertanggung jawab.

4.3.      Strategi Perencanaan Pembangunan 

Perencanaan pembangunan haruslah didasari pada langkah-langkah strategi yang akan dilakukan sebagai suatu kebijakan.  Hal ini perlu adanya indikator yang dapat dijadikan dasar penyusunan strategi perencanaan pembangunan agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan visi-misi yang diharapkan.   Kebijakan yang akan diambil tentunya  perlu adanya kajian  yang dapat dijadikan dasar  perencanaan program melalui sistem analisa lingkungan strategis. Analisa lingkungan strategis adalah suatu analisa yang dilakukan secara obyektif, terukur dan komprehensif dengan menggunakan sumber data yang akurat, aktual, terbarukan baik dari lingkungan internal maupun eksternal.

Secara teoritis analisa lingkungan strategis dilakukan dengan pendekatan metode SWOT (Strengths, Weakness, Oppurtunities, Threats) yang menggambarkan tentang Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman didalam penyusunan langkah  strategi yang akan diambil.

Adapun analisa lingkungan Strategis Internal yang termasuk dalam pendekatan SWOT yaitu analisa Kekuatan dan Kelemahan.

  1. Analisa Kekuatanpada BAPELUH-KP Kabupaten Ogan Ilir adalah :
    1. Dasar Hukum Bapeluh-KP (Undang-Undang Nomor 16 tahun 2006, Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 dan PERDA Nomor 04 Tahun 2008).
    2. Adanya Komitmen dan Kebijakan Politik dari Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir terhadap keberadaan Lembaga Penyuluhan  .
    3. Visi dan Misi Bapeluh-KP Kabupaten Ogan Ilir jelas.
    4. Kewenangan penuh  untuk mengatur dan menata ulang Kelembagaan Penyuluh.
    5. Adanya Sarana dan Prasarana ( Bangunan Kantor ) yang cukup representatif.
    6. Sumber Daya Alam yang masih sangat potensial untuk dikelola.
    7. Sumber Daya Manusia yang cukup memadai
    8. Kelembagaan Petani yang cukup potensial untuk dikembangkan.
    9. Adanya kawasan Agropolitan untuk Pengembangan  IPTEK dibidang Pertanian dalam skala luas
  1. Letak Wilayah yang strategis untuk pengembangan usaha agribisnis.

Akses infrastruktur, sarana-prasarana dan media informasi  yang cukup strategis terhadap pusat kota pemerintahan propinsi maupun kabupaten/kota.

  1. Adanya kawasan Kota Terpadu Mandiri Terpadu (KTM) sebagai kota penyangga baru di Kabupaten Ogan Ilir.
  2. Tumbuhnya sentra-sentra ekonomi produksi dan Pemasaran sebagai ekses dari pemekaran Kabupaten Ogan Ilir yang prospeknya cukup menjanjikan.
  3. Lembaga Pendidikan Akademik yang berskala Nasional( UNSRI )

B.  Analisa terhadap Kelemahan yang ada, yaitu ;

  1. Rendahnya produktivitas hasil
  2. Sumber Daya Aparatur (Penyuluh) yang  mutasi dan beralih status
  3. Rendahnya motivasi masyarakat terhadap sektor pertanian yang bernuansa IPTEK.
  4. Adanya kecendrungan pergeseran pola hidup masyarakat kearah konsumtif dari pada produktif.
  5. Adanya perubahan transisi kewilayahan ke arah non pertanian.
  6. Keberadaan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai sarana informasi terdepan untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat dalam usahatani produktif.
  7. Adanya pergeseran pola usaha masyarakat yang cenderung kearah pola usaha non pertanian.
  8. Pemanfaatan lembaga pendidikan, pelatihan untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat petani masih kurang optimal.
  9. Hasil temuan, riset petani andalan yang belum terakomodir oleh lembaga riset untuk dikembangkan.
  10. Kurangnya jumlah aparatur penyuluhan  yang menangani wilayah binaan tugasnya

Sedangkan untuk analisa lingkungan Eksternal dijabarkan pada Peluang dan Ancaman yang dapat diprediksikan   sebagai berikut :

  1. Analisa Peluang yang diharapkan, yaitu ;
    1. Adanya pertumbuhan dan jaringan kawasan agribisnis yang terpadu di pusat kota,  pemerintahan provinsi.
    2. Letak kewilayahan yang strategis sebagi pusat pertumbuhan ekonomi lokal terhadap propinsi dan daerah kabupaten/kota lainnya.
    3. Pemanfaatan lahan usaha untuk kepentingan agribisnis pertanian yang dekat dengan pusat kota untuk memudahkan akses bisnisnya.
    4. Informasi yang cepat dan  akurat untuk menunjang usaha pemasaran agribisnis daerah.
    5. Pemanfaatan sumber dana bantuan bagi masyarkat untuk bidang agribisnis dengan cara pendampingan.
    6. Mobilitas penduduk yang kurang menetap di wilayahnya.
    7. Modernisasi sistem pertanian andalan yang dikelola untuk peningkatan kualitas dan kuantitas produktivitas yang dihasilkan  .
  1. Analisa Ancamanyang diprediksi  berupa :
    1. Efek globalisasi dunia (AFTA, APEC) di bidang Pertanian dalam skala luas
    2. Alih fungsi lahan yang mempengaruhi produktivitas hasil
    3. Perubahan iklim yang sukar diprediksi yang akan berpengaruh terhadap hasil usahatani yang dilakukan.
    4. Masuknya produk impor secara luas dan bebas dipasaran.
    5. Rendahnya tingkat pendidikan pelaku usaha dibidang agribisnis.
    6. Kurangnya tenaga ahli dibidang riset, perlintan untuk mengantisipasi kerusakan/ gangguan yang disebabkan OPT Pengganggu.
  1. Kurangnya insentif yang ada untuk menunjang usaha masyarakat di bidang pertanian.
  2. Terbatasnya  modal usaha untuk kegiatan usahatani dan usaha agribisnis.
  3.  Status lahan pertanian yang tidak termanfaatkan untuk digarap sebagai lahan produktif.
  4. Status kepemilikan dan penguasaan lahan oleh tuan tanah yang kurang jelas sehingga tidak termanfaatkan untuk kepentingan usahatani masyarakat.

Dari analisa strategi yang dilakukan dapat ditarik sebagai benang merah,  beberapa analisa dan kesimpulan sebagai  dasar penyusunan Rencana Strategi dan Kebijakan pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Fasilitasi dan koordinasi terhadap kebijakan yang strategis( program kegiatan) dengan lembaga terkait.
  2. Konsolidasi internal maupun eksternal terhadap penataan unsur-unsur yang berhubungan dengan sumber daya yang ada.
  3.  Pendayagunaan aparatur yang ada secara optimal untuk menunjang keberhasilan program.
  4. Adanya kebijakan yang  didukung oleh pemerintah untuk percepatan program pembangunan di sub sektor pertanian/perkebunan, perikanan/peternakan dan kehutanan  guna menunjang swasembada pangan serta ketahanan pangan yang tangguh dan mandiri.
  5. Perencanaan yang tepat didalam menyusun program kegiatan sesuai dengan azas kemanfaatan bagi kepentingan masyarakat secara spesifik .
  6. Strategi pemanfaatan sumber daya yang ada baik manusia maupun lingkungan alamnya yang potensial.
  7. Penataan kembali dan pemberdayaan lembaga masyarakat petani sesuai dengan fungsinya secara terintegrasi.
  1. Penyediaan dan pemanfaatan sarana prasarana dan informasi untuk menunjang kegiatan program.
  2. Strategi peningkatan usahatani produktif yang berdaya saing tinggi guna mengantisipasi terhadap era globalisasi dibidang pertanian dalam arti luas.
  3. Strategi pendekatan pendidikan dan pelatihan yang berorientasi IPTEK  guna peningkatan  Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
  4. Kebijakan untuk memperkuat status ekonomi masyarakat petani  dengan penyediaan fasilitasi dan pendampingan  modal investasi bagi pelaku usaha.

4.4.      Kebijakan Perencanaan Pembangunan 

Kebijakan perencanaan pembangunan yang akan ditetapkan dalam Rencana Strategis Tahun 2010 – 2015 pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir didasari pada rangkaian Visi-Misi, Tujuan dan Sasaran yang saling berhubungan  satu sama lain, adapun langkah-langkah kebijakan tersebut yaitu :

  1. Mengoptimalkan fasilitasi program revitalisasi penyuluhan sebagai program yang ditetapkan.
  2. Peningkatan Kualitas SDM Penyuluh melalui DIKLAT dengan instansi terkait.
  3. Pemanfaatan lahan untuk Pengembangan Diversifikasi Tanaman Pangan Alternatif bagi kebutuhan masyarakat.
  4. Optimalisasi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai tempat layanan dan informasi bagi pelaku utama dan usaha secara terintegrasi.
  5. Pengelolaan usahatani pertanian, perikanan dan kehutanan yang berbasis agribisnis hulu maupun hilir.
  6. Peningkatan Produktivitas pemenuhan kebutuhan pangan & gizi bagi masyarakat.
  7. Pemenuhan Kebutuhan formasi Sumber Daya Aparatur Penyuluhan yang profesional melalui sistem rekruitmen .
  8. Penyelenggaraan sistem pendidikan dan pelatihan penyuluhan yang terpadu sesuai dengan kapasitasnya.

Dengan demikian ke delapan langkah kebijakan yang ditetapkan merupakan dasar umum  didalam penyusunan program kegiatan selanjutnya.

PROGRAM DAN KEGIATAN BADAN PELAKSANA PENYULUHAN

 DAN KETAHANAN PANGAN


5.1.    Program Strategis

Program strategis yang telah disusun dan direncanakan berdasarakan Renstra BAPELUH-KP Kabupaten Ogan Ilir, tahun 2010 – 2015 adalah :

  1. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
  2. Program Peningkatan Ketahanan Pangan
  3. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan
  4. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan
  5. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan
  6. Program Pemberdayaan Penyuluhan Pertanian/Perkebunan Lapangan.

5.2.    Program Tahunan

Adapun Program Tahunan yang akan direncanakan dan akan dilaksanakan dari tahun 2010 sampai dengan 2015 yaitu :

  1. Program Administrasi Perkantoran
  2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
  3. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur
  4. Program Peningkatan Pengembangan Sistim Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
  5. ditambah dengan Program yang termasuk kedalam Program Urusan Wajib dan Program Urusan Pilihan

Kesebelas program yang telah disusun tersebut telah dan akan dilaksanakan mulai tahun 2010 sampai dengan tahun 2015.

5.3.    Kegiatan Program BAPELUH-KP

Kegiatan yang akan dilaksanakan berdasarkan Rencana Strategi yang telah disusun untuk tahun 2009 yaitu kegiatan rutin sebanyak 16 kegiatan dan kegiatan non rutin ( kegiatan urusan wajib ) sebanyak 7 kegiatan, total kegiatan ada 23 kegiatan dengan rincian dana ( terlampir ).

Sedangkan   untuk   kegiatan   yang   akan   dilaksanakan   pada   tahun   2010

yaitu  kegiatan rutin sebanyak 20 kegiatan,  kegiatan non rutin ( kegiatan   urusan  wajib )  sebanyak  17  kegiatan,  sehingga   total  kegiatan   berjumlah   37     kegiatan ( terlampir ).

About these ads

Komentar»

1. rido - 7 Februari 2012

Kantor pusat BAPLUH-KP dimana ya? atau BPP yang ada disetiap kecamatan?
“Mahasiswa”

bapluh - 8 November 2012

BPP di setiap kecamatan di ogan ilir ada, Kantor BAPLUH-KP Kabupaten Ogan Ilir di Komplek KPUD Ogan Ilir


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: